Senin, 14 Desember 2015

Tugas Sistem Informasi Akuntansi

E-Commerce Mataharimall.com

MatahariMall.com adalah situs perdagangan elektronik asal Indonesia yang menyediakan lebih dari ratusan ribu pilihan produk dari segala kebutuhan mulai dari fashion wanita, fashion pria, kesehatan & kecantikan, handphone & tablet, laptop, gadget, elektronik, lifestyle, hobi, hingga keperluan rumah tangga. MatahariMall.com merupakan anak perusahaan dari Grup Lippo yang terkenal dengan usaha retail seperti Hypermart, Matahari Department Store, Books & Beyond, saluran televisi swasta BeritaSatu, layanan internet First Media dan televisi berlangganan Big TV. MatahariMall.com resmi diluncurkan pada tanggal 9 September 2015.

MatahariMall.com merupakan eCommerce pertama di Asia Tenggara yang mengadopsi sistem belanja "O2O" (online-to-offline dan offline-to-online), yang memungkinkan para pelanggannya untuk membayar, mengambil, atau mengembalikan produk di ratusan cabang Matahari Department Store di seluruh Indonesia. Layanan O2O diadopsi MatahariMall.com dari Walmart, yang ketika diluncurkan 50% penjualannya berasal dari O2O.

Sistem Pembayaran :
  • Transfer antarbank.
  • Kartu kredit dengan cicilan 0%,
  • COD (cash on delivery)
Keamanan :
Dari awal membuka website mataharimall.com langsung menggunakan https yang artinya dari awal membuka website nya sudah memakai sistem keamanan, jadi sistem keamanannya tidak hanya ada ketika melakukan konfirmasi tetapi dari awal membuka website.

Website Identity
Website : www.mataharimall.com
Owner   : PT.Solusi Ecommerce Global
Verified by : Symantec Corporation

Enkripsi : 128 bit keys
Perusahaan Enkripsi : Symantec Corporation

Sumber :
Wikipedia
Mataharimall.com

Senin, 07 Desember 2015

Tugas Sistem Informasi Akuntansi

Anual Report Bank Mandiri Tahun 2014

 

 

 

 Annual Report Bank Mandiri 2014

  

 

Laporan Akuntansi Keuangan

Laporan Akuntansi Keuangan ditujukan kepada pihak eksternal perusahaan.
Laporan Akuntansi Keuangan mencakup :
- Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
- Laporan Laba Rugi Komperhensif Konsolidasian
- Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian
- Laporan Arus Kas Konsolidasian
- Catatan Atas Laporan Keuangan Konsolidasian

  

Contohnya :





Laporan Akuntansi Manajemen

Laporan Akuntansi Manajemen ditujukan kepada pihak manajemen tentang operasional perusahaan.
Laporan Akuntasi Manajemen mencakup :
- Human Capital
- Finance & Strategy
- Internal Audit
- Manajemen Risiko 
- Retail Risk 
- GCG

Contohnya : 





 

 

Sumber :

Bank Mandiri 

Senin, 30 November 2015

Tugas Sistem Informasi Akuntansi

Fraud Tree








Secara skematis, Association of Certified Fraud Examiners (ACFE) menggambarkan occupational fraud dalam bentuk fraud tree (dalam Tuanakotta, 2007, p.96-105). Occupational tree ini mempunyai  tiga cabang utama, yakni Corruption, Asset Misappropriation, dan Fraudulent Statements.  Berikut ini penjelasan singkat ketiga cabang utama fraud tree tersebut: 
(1)   Corruption
Istilah corruption disini serupa tetapi tidak sama dengan istilah korupsi dalam ketentuan perundang-undangan di Indonesia (Tuanakotta, 2007, p.96). Bentuk corruption menurut ACFE digambarkan dalam empat ranting, yakni conflicts of interests, bribery, illegal gratitutes, dan economic extortion.
(2)   Asset Misappropriation
Asset Misappropriation atau pengambilan aset secara illegal dalam bahasa sehari-hari disebut mencuri (Tuanakotta, 2007, p.100). Yang sering menjadi sasaran penjarahan adalah uang sebab uang tunai atau uang di bank yang menjadi sasaran tersebut langsung dapat dimanfaatkan oleh pelakunya.
(3)   Fraudulent Statements
Jenis fraud ini sangat dikenal para auditor yang melakukan general audit. Fraud ini berupa salah saji baik itu overstatement maupun understatement (Tuanakotta, 2007, p.105)

  COSO Internal Control - Integrated Framework 2013


 



Control Environment


  • Organisasi menunjukkan komitmen terhadap integritas dan nilai-nilai etika
  • Dewan Pengawas menunjukkan independensi dari  manajemen dan menjalankan „oversight‟ dalam pengembangan dan pelaksanaan internal control
  • Manajemen - dengan oversight dari Dewan Pengawas – mengembangkan struktur, garis pelaporan, dan  wewenang dan tanggungjawab yang sesuai dalam mencapai tujuan organisasi
  • Organisasi menunjukkan komitmen untuk menarik, mengembangkan, dan mempertahankan individu-individu yang kompeten selaras dengan pencapaian tujuan
  • Orgnanisasi menetapkan akuntabilitas masing-masing individu terhadap tanggungjawab internal control dalam rangka mencapai tujuan organisasi   

Risk Assesment 
  • Organisasi menetapkan objectives dengan cukup jelas asesmen risiko terkait dengan objective tersebut.
  •  Organisasi melakukan identifikasi risiko-risiko dalam mencapai objectives pada seluruh organisasi dan menganalisisnya untuk menentukan bagaimana risiko- risiko tersebut harus dikelola
  • Organisasi mempertimbangkan kemungkinan terjadinya fraud dalam melakukan asesmen risiko terhadap pencapaian tujuan.
  • Organisasi mengidentifikasi dan mengases perubahan- perubahan yang dapat secara signifikan mempengaruhi system internal control

Control Activities 


  • Organisasi memilih dan mengembangkan control activities yang mendukung mitigasi risiko (terhadap pencapaian tujuan) sampai pada tingkat yang dapat diterima
  • Organisasi memilih dan mengembangkan general control activities pada TI untuk mendukung pencapaian tujuan
  • Organisasi menerapkan control activities melalui kebijakan yang menunjukkan apa yang diharapkan dan melalui prosedur yang menerapkan kebijakan kedalam tindakan. 

Information & Communication 
  • Organisasi mendapatkan (atau memproduksi) dan menggunakan informasi yang relevan dan berkualitas untuk mendukung jalannya internal control
  • Organisasi mengkomunikasikan informasi secara internal, termasuk tujuan dan tanggungjawab internal control, yang diperlukan untuk mendukung jalannya internal control
  • Organisasi berkomunikasi dengan fihak eksternal mengenai hal-hal yang berkaitan dengan jalannya internal control 

Monitoring Activities 
 
  • Organisasi memilih, mengembangkan dan melaksanakan evaluasi, yang on-going dan/atau terpisah, untuk memastikan apakah komponen internal control ada dan berjalan.
  • Organisasi mengevaluasi dan mengomunikasikan defisiensi internal control secara tepat waktu kepada pihak-pihak yang bertanggungjawab untuk melakukan tindakan koreksi, termasuk Direksi dan Komisaris.  

2 Jenis Pengendalian Teknologi dan Informasi

  1. Pengendallian Umum (General Control)

              Pengendalian umum merupakan pengendalian menyeluruh yang berdampak terhadap lingkungan sistem informasi computer (SIK), meliputi kebijakan dan prosedur mengenai semua aktifitas PDE, yang bertujuan untuk membuat kerangka pengendalian yang menyeluruh mengenai aktifitas PDE, serta untuk memberikan tingkat keyakinan yang memadai bahwa seluruh tujuan pengendalian intern dapat tercapai.
            Pengendalian ini diperlukan untuk memberikan jaminan bahwa pengendalian aplikasi berjalan dengan baik sebagaimana mestinya, yang bergantung pada sumber daya komputer. Karena jika pengendalian aplikasi tidak berfungsi, misalnya ada format data yang tidak sesuai tapi dapat dibaca komputer, pengendalian umum akan langsung bereaksi dan memberikan umpan balik. Dengan begitu, petugas dapat segera melakukan koreksi. Adanya pengendalian umum ini merupakan bentuk kombinasi kebaikan yang terdapat pada Auditing Manual dan Auditing PDE. 

  2. Pengendalian Aplikasi (Aplication Control) 

             Pengendalian Aplikasi (Application Control), dimaksudkan untuk memberikan kepastian bahwa pencatatan, pengklasifikasian, dan pengikhtisaran transaksi sah serta pemutakhiran file-file induk akan menghasilkan informasi yang akurat, lengkap, dan tepat waktu.
             Pengendalian aplikasi ini dibagi menjadi tiga kategori pengendalian, yakni pengendalian atas masukan, pengendalian atas pengolahan dan file data komputer, serta pengendalian atas keluaran. Lebih lanjut tujuan pengendalian aplikasi ini adalah untuk memperoleh keyakinan:
    1. Bahwa setiap transaksi telah diproses dengan lengkap dan hanya diproses satu kali
    2. Bahwa setiap data transaksi berisi informasi yang lengkap dan akurat
    3. Bahwa setiap pemrosesan transaksi dilakukan dengan benar dan tepat
    4. Bahwa hasil-hasil pemrosesan digunakan sesuai dengan maksudnya
    5. Bahwa aplikasi-aplikasi yang ada dapat berfungsi terus.



     Sumber :


    Tuanakotta, T.M., 2007. Akuntansi Forensik dan Audit Investigatif, Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

    Materi I Seminar COSO dan ERM - Pusdiklat BPK 2013